x

Ribuan Tambang Emas Ilegal Diduga Dibekingi Oknum APH di Suhaid, PWRI Desak Kapolda Copot Kapolres Kapuas Hulu

waktu baca 2 menit
Sabtu, 22 Nov 2025 05:19 0 174 admin

Indotv4.com.- Kapuas Hulu, Kalbar – Aktivitas tambang emas ilegal (PETI) kembali marak di bantaran Sungai Suhaid, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Diperkirakan ratusan hingga ribuan set mesin dompeng dan jek beroperasi di lokasi tersebut. Kegiatan ilegal ini diduga kuat mendapat backing dari oknum aparat penegak hukum (APH) yang bertugas di wilayah Nanga Suhaid, bahkan diduga turut melibatkan oknum dari Polres Kapuas Hulu.

Ketua DPC PWRI Sintang, Erikson, menyebut aktivitas PETI di Suhaid berjalan bebas tanpa rasa takut dari para pelaku, seolah-olah mendapat perlindungan. Para penambang bahkan bekerja siang dan malam tanpa henti.

“Melihat masifnya aktivitas PETI ini, kuat dugaan bahwa ada oknum-oknum APH yang memelihara tambang ilegal tersebut. Kalau tidak dibekingi, mana mungkin mereka bisa bekerja seenaknya seperti itu,” tegas Erik, Senin (17/11/2025).

Erik juga mempertanyakan komitmen Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto yang sebelumnya menyatakan akan memberantas PETI. Menurutnya, fakta di lapangan justru berkebalikan dengan pernyataan itu.

“Pernyataan Kapolda hanya isapan jempol. Faktanya, ribuan mesin berbagai jenis — mulai PS hingga Fuso — menjamur di bantaran Sungai Suhaid dan terpantau jelas dekat Mapolsek Suhaid,” katanya.

Saat dikonfirmasi mengenai kondisi air sungai yang semakin keruh, seorang anggota Polsek Suhaid justru mengaku tidak mengetahui penyebabnya.

“Hulu sungai desa apa, bro? Aku belum paham bro. Sungai belum pernah mutar-mutar,” ujar seorang oknum polisi melalui pesan WhatsApp.

Upaya konfirmasi juga dilakukan awak media terhadap Kapolres Kapuas Hulu AKBP Roberto dan Kasat Reskrim AKP Sihar Binardi Siagian pada 22 November 2025. Namun, hingga berita ini diterbitkan, keduanya tidak memberikan jawaban.

Erikson menilai sikap diam itu semakin memperkuat dugaan adanya aliran setoran PETI kepada pejabat kepolisian setempat.

“Kuat dugaan Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu ikut menikmati PETI di Suhaid. Konfirmasi kita tidak dijawab padahal status mereka aktif. Kami mendesak Kapolda Kalbar segera mencopot Kapolres dan Kasat Reskrim. Propam harus turun dan memeriksa mereka. PETI beroperasi tidak jauh dari Mapolsek Suhaid — jumlahnya diperkirakan ribuan set. Ini luar biasa,” tegasnya.

Sebelumnya, masyarakat mengeluhkan kondisi Sungai Suhaid yang semakin keruh dan tidak layak digunakan. Tim media yang menelusuri lokasi menemukan bahwa benar terdapat aktivitas PETI dalam jumlah sangat besar di sepanjang sungai tersebut.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya membenarkan kondisi itu.

“Tambang itu dekat sekali dengan kantor Polsek Suhaid. Air Sungai Suhaid sekarang sangat keruh dan sudah tidak layak lagi dipakai masyarakat,” ungkap warga

Tim media

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x