
Indotv4.com.- Sintang – HR Setelah pemberitaan awal Harapan Rakyat mengenai dugaan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi oleh SPBU 64.786.15 di Kabupaten Sintang kepada pelansir, isu ini terus menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah warga yang ditemui awak media pada akhir pekan kembali mempertanyakan fungsi pengawasan dan ketegasan aparat dalam mencegah potensi penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi tersebut.

Menurut warga yang sering mengantre di sekitar SPBU tersebut, aktivitas para pelansir menggunakan jeriken maupun mobil modifikasi masih terlihat beberapa waktu terakhir. Hal ini memunculkan kekhawatiran bahwa BBM yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat umum, petani, dan transportasi kecil, justru dinikmati oleh pihak tertentu yang diduga melakukan penimbunan untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi.
> “Kami berharap aparat segera turun sidak. Kalau memang ada yang salah, tolong ditertibkan. Jangan sampai masyarakat kecil menjadi korban,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Harapan Rakyat juga berusaha meminta klarifikasi kepada pihak SPBU, namun hingga berita ini disusun belum ada jawaban resmi. Media ini tetap membuka ruang kepada pengelola SPBU 64.786.15 untuk memberikan penjelasan terkait dugaan aktivitas yang terjadi di lapangan tersebut.

Di sisi lain, publik meminta Pertamina dan aparat penegak hukum (APH) seperti Polres Sintang untuk melakukan pengawasan lebih ketat di setiap jalur distribusi solar subsidi. Masyarakat menilai bahwa kebijakan subsidi dari pemerintah harus tepat sasaran, demi menghindari kerugian negara dan keresahan di tingkat akar rumput.
Harapan Rakyat akan terus mengawasi perkembangan kasus ini, termasuk menunggu konfirmasi resmi dari para pihak terkait. Jika terdapat informasi tambahan atau klarifikasi, berita ini akan diperbarui sesuai data terbaru di lapangan.
Tim media

Tidak ada komentar