
Indotv4 – Balai Sebut, Kalimantan Barat – Masyarakat di wilayah Kecamatan Jangkang, Kabupaten Sanggau, resah akibat sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Selain langka, harga jual di sejumlah kios eceran juga melambung tinggi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber terpercaya, dugaan kuat mengarah kepada oknum pengawas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Desa Balai Sebut, berinisial P alias Polt. Oknum tersebut diduga menjadi aktor utama dalam praktik penyimpangan distribusi BBM bersubsidi.
Menurut keterangan warga setempat, hampir setiap kali pasokan BBM tiba di SPBU tersebut, belasan drum minyak dikuasai oleh Polt. BBM tersebut kemudian diduga dijual kembali ke para pengecer atau kios-kios dengan harga jauh di atas HET, sehingga membuat harga di pasaran melonjak dan pasokan untuk masyarakat umum menjadi langka.
“Sudah lama sekali ini terjadi. Hampir tiap truk tangki datang, puluhan drum langsung diangkut oleh orang suruhan Polt. Minyak subsidi yang seharusnya untuk masyarakat umum malah diputar ke pengecer yang menjual mahal,” ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya.

Parahnya lagi, praktik ini diduga telah berlangsung lama tanpa ada tindakan dari aparat penegak hukum setempat. Muncul kecurigaan adanya ‘main mata’ antara oknum pengawas SPBU dan aparat, sehingga meski aktivitas ini sudah menjadi rahasia umum di masyarakat, belum ada proses hukum yang berjalan sampai saat ini.
Jika benar dugaan ini, perbuatan tersebut tidak hanya melanggar hukum terkait pendistribusian BBM bersubsidi, tetapi juga merugikan masyarakat kecil yang sangat bergantung pada pasokan minyak resmi dengan harga terjangkau.
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi ke pihak SPBU maupun aparat kepolisian terkait dugaan penyelewengan ini.
Kasus ini diharapkan dapat menjadi perhatian serius bagi aparat penegak hukum, Dinas Perdagangan, serta Pertamina selaku pemasok BBM subsidi agar dilakukan investigasi menyeluruh dan menindak tegas oknum-oknum yang bermain dalam distribusi bahan bakar bersubsidi.

Tidak ada komentar